Siapa yang menyangka seorang Chairman of Schlumberger Group Indonesia dulunya adalah  anak daerah yang bahkan tidak pernah bermimpi bisa melanjutkan sekolah hingga SMA. Pencapaian seorang Ahmad Yuniarto membuktikan bahwa setiap kerja keras yang dilakukan tidak akan berakhir sia-sia. Pada Sabtu 15 Maret 2014 bertempat di Bumbu Desa, Ahmad Yuniarto menyempatkan hadir untuk berbagi dan bercerita bersama Yogyakarta representatives StudentsxCEOs dan beberapa mahasiswa terpilih.

Masa Lalu Ahmad Yuniarto

Ahmad Yuniarto dibesarkan dalam keluarga sederhana. Kisah semasa kecilnya penuh dengan perjuangan. Rumah yang ia tinggali dulunya beralaskan tanah yang perlu diairi dan ditepuk-tepuk agar bisa rata “Dulu, kalau dirumah kaki kami hitam-hitam” ujarnya sambil tersenyum mengenang. Kalau kebanyakan anak jaman sekarang begitu mudah untuk menonton TV tidak demikian dengan Ahmad, kalau ingin menonton televisi ia berdiri didepan pagar tetangganya dan mengintip dibalik gorden yang tersibak. Ketika bergabung dengan teman sekolahnya tidak jarang ia di bully karena kondisi keluarganya yang kurang mampu. “Saya pernah berjalan-jalan dengan teman saya di Malioboro dan melihat-lihat sepatu, lalu ada teman saya yang berkata “Ngapain kamu lihat-lihat? Memangnya kamu mampu beli?” Dulu kalau kesekolah teman saya memakai tas yang bagus, saya menggunakan tas plastik fujifilm dan itupun sering diputuskan talinya oleh teman saya” Cerita Ahmad. Ia pernah menjadi penyelenggara acara  study tour di sekolahnya namun tidak pernah ikut study tour karena tidak mampu membayar, pernah juga diposisi sebagai satu-satunya orang yang tidak diundang di hari ulangtahun teman.

Ahmad tidak pernah marah dengan apapun yang menimpanya “Kita selalu punya pilihan untuk marah atau yasudah berlalu dan dengan nyaman menertawakan apa yang terjadi” ujarnya santai. Ahmad tidak pernah merasa malu dengan kondisi keluarganya yang serba kekurangan. Ia selalu berdamai dengan kekurangan yang ada, berdamai dengan diri sendiri. Kalau berbicara mengenai Percaya Diri,  Ia tidak mempunyai masalah dengan itu, segala sesuatu ia lakoni selama itu dapat menghasilkan dan membuatnya terus menerus belajar mulai dari bermain drama di TV, lomba lawak se-kodya, menjadi pengamen, pengasong di bis-bis, penyiar radio , menjadi pembuat kartu mahasiswa, menulis puisi, membuat layout, memotret, hingga menjadi MC mantenan jawa. Apa yang ia lalui memang bukanlah hal yang mudah, namun semua yang terjadi ia nikmati rasa sakitnya. Ia selalu berusaha menertawakan kekurangan yang ada tanpa mengurangi rasa percaya dirinya. Ia meyakini bahwa yang membuat orang Percaya Diri bukanlah apa yang ia pakai, bukanlah penampilan luarnya tetapi apa yang ada didalam hati.

Meski serba kekurangan yang membua sosok Ahmad begitu spesial ialah dia selalu berusaha sekuat tenaga memberikan yang terbaik dari apa yang ia punya. Kalau orang tulisannya bagus, ia harus bisa lebih bagus, kalau orang lucu ia harus bisa membuat dirinya lebih lucu, “Saya bisa membuat saya BISA”. Kalau dulu ketika masa kuliah ia tidak mempunyai komputer untuk mengetik skripsi, ia tidak malu pinjam komputer teman, dan mngerjakan skripsi di malam hari ketika temannya terlelap. Ia mempelajari segala sesuatunya seorang diri tanpa pernah menyerah. Berbicara mengenai masa lalu, ia teringat tentang sesuatu hal yang tidak akan pernah ia lupakan. Ia bercerita dahulu ayahnya pernah ditunjuk untuk menjadi pimpinan proyek, namun ditolak karena beliau takut uang, dari situ ia sadar bahwa uang bukanlah segalanya “Saya memang tidak mampu menyaingi barang-barang yang dimiliki orang lain, tetapi saya lebih pintar dari mereka.” ujar Ahmad.

Sekilas Tentang Schlumberger

Schlumberger is very technical , spesific oil 80%-90%  proses recuitment pekerja difokuskan dari technical community dan dari science background. Kapapun bisa apply ke Schlumberger. Schlumberger paling advance dibidang IT ditahun 80 sudah ada email, semua proses performance-management yang terjadi di schlumberger In-Touch secara onlineDisaat kantor lain belum ada Video Conference di Schlumberger sudah ada lama.

Tantangan terberat bekerja di Schlumberger adalah culture shock. Banyak pekerja yang tidak survive dikarenakan alasan yang non technical , seperti life style , banyak hal yang tidak sesuai dengan gaya hidup sebelumnya . banyak yang quit karena tidak mampu menghadapi culture shock. Sebab pekerjaan di lapangan bukan untuk semua orang, sumber daya minyak dan gas ada di tempat terpencil, diperlukan orang dengan karakter yang kuat untuk bekerja di Schlumberger.

Para pekerja harus bisa menyenangi apa yang mereka lakukan, bukan hanya sekedar survival code. Yang pertama dilakukan untuk menghadapi culture shock adalah apa state yag terjadi ? ketika kita sudah mengetahui apa yang terjadi kita akan lebih mudah untuk mengatasinya. Saat masa pertama memulai pekerjaan baru euforia terjadi orang akan menyangsingkan rasa tidak nyaman yang sebenarnya ia rasakan, lalu kemudian lambat laun kurva menurun dan cultural shock  terjadi. Cultural Shock  adalah normal sehingga jangan menolak proses yang ada , biasanya orang akan mengisolasi diri ketika cultural shock terjadi tapi yang terpenting  jangan menolak proses yang ada. Perlu belajar untuk percaya diri dan berusaha bangkit dengan mood survival  dan bukan hanya untuk perfomance semata.

Schlumberger sangat memperhatikan gender diversity dimana hak untuk pekerja perempuan sangat diperhatikan seperti seragam dan toilet yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka. Karyawan pria maupun manita diperbolehkan untuk menikah , dual carier bukanlah masalah besar bagi Schlumberger. Di Schluumberger juga terdapat post doctoral program, untuk wanita, dimana ketika mereka lulus mereka harus kembali ke masyarakat untuk menjadi mentor dan mengajar.

Perjalanan Karier di Schlumberger

Setelah tamat SMP Ahmad Yuniarto sebatas berkeinginan untuk bersekolah di STM kemudian langsung bekerja setelahnya. Tidak pernah terlintas dibenaknya untuk melanjutkan sekolah ke SMA, berkuliah di UGM, hingga menjadi Chairman di Schlumberger Bermimpi untuk masuk SMA saja tidak pernah, dulu mimpinya masuk STM setelah lulus langsung dapat kerja , melihat kondisi keluarga yang tidak mampu untuk membiayainya. Mengisi formulir pendaftaran kerja dibantu oleh temannya dikarenakan tidak piawai dalam berbahasa Inggris. Hanya dalam waktu kurang dari 5 bulan Ahmad Yuniarto dari posisi jabatan paling bawah di kantornya berhasil menjabat posisi Manager di kantornya hingga sukses menjadi Chairman di Schlumberger Group Indonesia.

Perjalanan hingga menjadi Chairman di Schlumberger tidaklah mudah.  Diragukan oleh banyak pihak, banyak karyawan yang tidak mau diperintah hanya karena ia adalah orang Indonesia.  Segalanya memanglah tidak mudah tetapi tidak pernah terlintas sedikitpun dibenak Ahmad untuk  menyerah.  Berdamai dengan kekurangan yang ada dan berdamai dengan diri sendiri perlu sekali untuk dilakukan.  Ketika optimis hal yang impossible bisa menjadi possible , hidup perlu ditantang dalam arti yang bagus.

Ketika dinilai secara resmi tidak cocok untuk memimpin Schlumberger  Ahmad berpendapat “Kalau saya menyerah masalah tidak akan selesai dan terbukti kalau apa yang dikatakan itu memang benar, saya melakukan protes dengan tindakan “ . Dibilang terlalu halus dalam memimpin dan tidak tegas namun Ahmad mampu memberikan pembuktian bahwa caranya memimpin patut untuk diapresiasi “I’m true belive in people  dan kemampuan yang bisa mereka lakukan, involve and invest people. Saya menyuruh orang kerja tidak perlu dengan teriak-teriak  dan itu lebih baik banyak staff yang bisa tanpa perlu diteriaki. Kita perlu memberikan kesempatan bagi orang lain untuk berkembang. Saya dari tingkat paling bawah diperusahaan dalam waktu 3 bulan saya naik menjadi manager, work hard more, learn more, sehingga kita bisa mendapat kepercayaan, mulai konsisten dengan tingkah laku, saya selalu berusaha untuk bisa membantu dan bermakna bagi orang lain dan saya selalu memegang prinsip “I don’t want to be a enginiere i want to be a boss“. Dulu pernah ada yang perkerjaannya tidak selesai dengan baik, saya kerjakan ulang saya perbaiki. Karyawan yang memiliki pekerjaan itu dan tau kalau sudah saya perbaiki berkata “aya belum pernah dimarahi dan dipermalukan seperti ini” padahal saat itu saya belum membuka mulut saya.  Cara-cara kita sebagai orang Indonesia itu ada manfaatnya,banggalah menjadi orang Indonesia. I’ll work hard and i’ll show them with what i can do dan lima tahun kemudian  bos yang meragukan saya, menjadi bawahan saya, now we know who is better.

Penilaian meremehkan yang diterima oleh Ahmad dikarenakan mereka memeliki background culture classes yang berbeda  dan itu diukur dengan nilai yang berbeda  juga.  Sehingga ia perlu memberikan pemahaman dan kesempatan untuk saling mengenal . “Rasis karena warna kulit itu sih saya sudah kenyang. Banyak anak buah saya yang tidak mau saya perintah, namu saya tidak pernah bekerja  dengan cara menyogok, tetapi dengan kinerja saya. Saya harus lebih baik, kalau yang lain gamau kerjakan akan saya kerjakan.”

Sebagai seorang leader Ahmad menekankan perlunya mind set  “believe , attitude, and  action”. Tanpa believe and action kita akan terpengaruh oreh orang lain yang lebih kuat dan memiliki posisi yang lebih tinggi, kita harus konsisten dengan prinsip yang kita miliki, dan apabila kita menyimpang akan susah. Dan attitude Dimulai dari respect kebiasaan mereka.  Berhadapan dengan banyak orang asing tidak akan membuat  Ahmad kehilangan ke-Indonesiaannya. Prinsip dan logika agama itu penting di dalam interaksi dengan oranglain. Kita harus bisa menunjukan identitas kita tanpa berharap diperlakukan istimewa oleh orang lain, dan membuat mereka paham.

Ahmad dan Keluarga

            Ahmad Yuniarto sangat mencintai keluarganya, terutama anak perempuannya. Ketika anakk perempuannya memasuki SMA, Ahmad bersikukuh “Anak saya harus lulus SMA di Indonesia, dan tidak boleh berpindah tempat” meski saat itu kantor menuntutnya untuk berdomisili di negara lain. Bagi Ahmad peran keluarga tentunya sebagai support memang sangat sulit untuk quality time, tetapi kalau anggota keluargan protes dan lesu, akan sulit untuk memajukan pekerjaan. Yang diperlukan adalah kompromi , dimana pada satu sisi keluarga harus bisa memberikan tolerensi ketika sedang ada pekerjaan, begitupun sebaliknya.Untuk meyakinkan diri sendiri menerima pekerjaan yang begitu menyita banyak waktu dan pernah sampai 23 hari tidak pulang kerumah Ahmad memacu dirinya untuk menerima bahwa pekerjaan yang ia lakukan adalah unik dan ini ia tularkan kepada keluarganya agar mereka bisa gaya hidup nomaden.

Kesibukan Ahmad tidak melulu ia jadikan alasan untuk hal-hal yang ada kaitannya dengan keluarganya. Pada dasarnya sesibuk apapun seseorang ia selalu mempunyai waktu luang, everything is their choice. What is busy? Busy is the matter about priority of making the right choice about what will you do ?. Komunikasi Ahmad dengan anaknya yaitu dengan memperlakukan mereka  sebagai orang besar, dan jangan memperlakukan mereka seperti anak kecil. Memperlakukan anak sebagai young adult itu tidak mudah. Kalau mereka salah katakan dengan jelas kalau mereka slaah,  kesalahan karena diri sendiri jangan ditimpakan ke orang lain. Buatlah suasana agar anak bisa mempertanyakan apapun juga dan dapat menggunakan logika yang mereka miliki.

Jangan sampai anak-anak lupa pada asal mereka. Ahmad tidak pernah menyuruh anaknya belajar, mereka pergi ke sekolah karena mereka senang belajar, bukan karena mereka ingin rangking 1. Karena Ahmad ingin anaknya mendapatkan kemampuan sebanyak mungkin. Karena suatu saat mereka akan hidup sendiri dan mereka harus bisa recognize sendiri kehidupan mereka.

Ahmad dan Aksi Sosial

Ahmad berpendapat bahwa sukses bukanlah jabatan, bukan uang dan mobil, tetapi how much you share, how much you give an impact. Kita tidak harus jadi orang kaya , bagikan apa yang yang bisa dibagikan, telinga (mendengarkan) tangan (untuk menolong) , dan lain sebagainya. Dan aksi berbagi ini ia terapkan pada anak-anak didik binaannya.  Salah satu anak binaannya sudah lulus dengan menyandang gelar cumlaude di Universitas Negri Yogyakarta , anak binaanny yang lain lulus dengan nilai baik di D3 UGM. Semula mereka bahakan tidak pernah bermimpi untuk kuliah, tetapi mereka mampu membuktikan kalau mereka bisa. Mereka menyadari akan kondisinya, sadar akan kesempatan yang ada, dan menggunakan kesempatan sebaik mungkin untuk berkembang.

Ketika ia berhasil memberikan“impact” bagi orang lain, that’s more beautiful than a chairman position. Tidak ada yang bisa membayar motivasi , dreams , and hopes, yang mampu menggerakan hati manusia, kalau ketiga ini tidak ada bantuan seperti apapun menjadi tidak berguna. Kalau ingin membantu orang jangan melalui materi karena itu akan membuat ketergantungan. Berdasarkan pengalaman Ahmad pernah suatu ketika dalam kamp pengungsian ada nenek yang berkata  “Mas rumah saya tidak usah dikerjakan terlebih dahulu, tetangga saya yang disana lebih membutuhkan” milikilah wisdom seperti nenek tersebut. Kalau di kamp pengungsian mereka harus bisa saling membantu sebagai komunitas, yang perlu dikelola adalah energi mereka, bagaimana mereka bisa tertawa kembali. Ketika memberikan impact ke oranglain  yang menentukan orang tersebut akan berubah atau tidak adalah mereka,  kita hanya bisa mendorong saja, yang bisa merubah hidup mereka, adalah mereka sendiri.

Banyak karyawan yang tidak bisa curhat dengan orang no.1 di perusahaannya , hal ini diubah oleh Ahmad . Harus ada seseorang yang bisa membantu ketika seseorang membutuhkan support. Be the solution for others, dan jangan biarkan orang lain mengalami masalah yang pernah anda alami sebelumnya.

Pesan  Ahmad Yuniarto untuk Mahasiswa

            Ahmad Yuniarto memberikan beberapa pesan dan amanah untuk mahasiswa berdasarkan perjalanan kehidupan yang telah ia lalui .

Banyak orang yang tidak seberuntung anda para mahasiswa, mimpi untuk lulus SMA saja mereka tidak berani, kalau kita yang sudah bisa menikmati semua yang ada dan “do nothing” itu dosa besar”.  Orang melihat kita dari produk kita, kalau kalian sebagai mahasiswa produk akhir kalian adalah skripsi, tugas kuliah, buatlah itu sebaik mungkin.  Apapun yang anda hasilkan dan lakukan selalu tanya “ apakah masih bisa diperbaiki?” jangan sampai orang lain yang menyuruh untuk diperbaiki, selalu mendorong diri sendiri, jangan cepat puas, dan jangan sampai orabng lain yang menemukan kesalahan.

Pahami kebiasaan keseharian Anda dan lihat lebih banyak yang baik atau yang buruk. Apabila anda terbiasa dengan kebiasaan yang tidak baik itu akan menyusahkan anda. Kenali diri anda Don’t ever say i want to be you or to be anyone else,  be yourself, be the best of you itu lebih penting sebab kalau ingin tumbuh menjadi orang lain susahnya akan dobel.  Perlu diperhatikan disini upaya pengenalan diri penting dan jangan dikesampingkan , tanpa pengenalan yang baik akan susah untuk melakukan penerimaan dan kita tidak akan tau mana yang perlu ditingkatkan.

Jangan pernah takut akan kesalahan. Saya tidak takut dengan kesalahan asal bukan kesalahan yang disengaja. Masalah yang ada karena faktor dari luar dan ketika masalah terjadi pastikan kontribusi yang anda lakukan bukan justru menambah masalah melainkan menjadi solusi dari masalah tersebut.

Ketika nanti anda akan melamar pekerjaan buatlah CV yang terbaik dari CV akan terlihat mana orang yang memiliki Effort. Buatlah yang terbaik sesuai dengan kemampuan diri,  kalau tidak you’ll lost the true you as an individual.  Anda harus tau apa yang mau anda cari dan pelajari? Jangan lihat pekerjannnya tetapi pahami what do you want to be as a person?.  Saat anda melamar pekerjaan ibaratnya anda adalah bibit, harus ditanam di medium yang tepat. Kalau anda memilih medium yang tidak tepat anda akan menjadi bibit all the time dan tidak akan berkembang menjadi tunas. Pilihlah medium berdasarkan pengalaman anda.Dan kalau anda tidak diterima di suatu perusahaan bukan karena anda jelek. Perusahaan saja tau bahwa anda tidak bisa bertumbuh dengan baik disana, maka anda perlu mencari medium yang lain yang sesuai dengan kondisi anda.

Ketika bekerja anda harus membuka horizon yang lebih luas lagi untuk berhasil, anda harus melampaui halangan pertama, dan berkompetisi lebih lagi. Anda harus bisa menyesuaikan kemampuan dan  melihat halangan-halangan apa yang membentang lalu dipetakan dan temukan solusinya. Selain mencari pekerjaan anda juga harus memiliki personal goal.  Yang dilihat jangan pekerjannya tetapi personal development. Kalau anda mau melamar perusahaan jangan tanya berapa gaji yang akan anda dapatkan, melainkan tanyakan apa saja yang ditawarkan perushaan untuk menambah skill anda ketika bergabung disana. Disini bisa kelihatan mana perusahaan yang baik, dan mana perusahaan yang abal-abal.

Jadilah orang yang tau kekurangannya, miliki positve mind and attitude. Selalu upayakan mempunyai goal yang lebih besar.Tahan sakitnya, belajar terus, ketika mengalami sesuatu yang berat Anda harus mampu mengembalikan perasaan state euforia, it’s about how to get up again. Bagaimana untuk mengembalikannya? Selalu gantungkan syarat ketika kita memutuskan untuk quit dan menyerah. Manage ekspektasi, dan tau kemampuan diri. Ketiak dihadapkan pada sesuatu yang lebih besar dan keinginan untuk menyerah semakin kuat , kembalikan lagi ke “what i believe” ketika anda quit akan banyak orang yang mengalami kesulitan yang lebih berat, adalah sangat egois apabila melakukan itu, anda hrus bisa mengguanakan privilage yang anda miliki untuk membantu orang lain. Manusia mempunyai kemampuan yang hebat sekali, manusia mempunyai logika yang bisa dipakai pada saat menyelesaikan masalahah. Jangan selalu berharap orang lain membantu, jangan menjadi beban bagi orang lain, take charge for your life.

Saya saat ini berbicara dengan anda bukan karena saya better tetapi karena saya sudah mengalami duluan dan tidak ada gunanya apabila saya menyimpan pengalaman saya untuk diri saya sendiri.  The best thing in life is to share , saya yang dulu penuh keterbatasan bisa, kalian yang lebih dari saya harusnya bisa lebih baik. Make urself as a mentor keluar temui orang lain, give an impact.

######

-Ellsye Maria-