Yogyakarta – Bertempat di kantor BEI Yogyakarta, agenda rutin Meet the CEO kembali digelar oleh StudentsxCEOs Yogyakarta. Acara yang diselenggarakan pada 26 Maret 2019 menghadirkan Irfan Noor Riza. Pria lulusan dari Akuntasi FEB UGM ini merupakan Kepala BEI Perwakilan Yogyakarta. PT BEI atau Bursa Efek Indonesia adalah lembaga pemerintah yang bergerak dalam penyelenggaraan bursa atau dengan kata lain bertugas untuk memfasilitasi perdagangan efek di Indonesia.

Dalam menjalaskan tugasnya, BEI juga melindungi investor lokal ketika “digoyang” oleh investor asing. Saham yang bisa “digoyang” yakni saham dari perusahaan yang tidak terkenal dan harganya murah. Apabila saham naik secara tiba-tiba, BEI mengantisipasi dengan men-suspend. Namun, apabila perusahaan tersebut memiliki nilai fundamental yang bagus, maka tidak akan ada pihak yang berani mempermainkan nilai saham perusahaan itu. Selain itu, BEI juga menyediakan Sekolah Pasar Modal (SPM) untuk mendidik semua investor pemula.

Dalam diskusi, beliau menuturkan,  “banyak orang berpikir bahwa berkecimpung di saham itu judi dan mahal sehingga menjauhi dunia saham. Padahal investor sebenarnya seseorang yang berpikir positif dan percaya bahwa masa depan dapat diwujudkan lebih baik.”

Untuk mencegah kegagalan dalam berinventasi, beliau berpesan agar menjadi investor yang cerdas. Hal itu bisa dilakukan dengan memilih owner atau perusahaan yang baik. Membeli perusahaan yang manajemennya tidak neko-neko serta jangan merasa khawatir apabila melihat perusahaan yang bagus, tapi nilai sahamnya sangat tinggi.

Diskusi yang berlangsung sejak pukul 10.00 WIB ini juga menjelaskan mengenai cara untuk menghindari resiko agar dividend yield dan capital gain dapat menjadi passive income. Pertama, dengan melakukan diverifikasi yakni jangan hanya menanam saham di satu tempat. Hal ini untuk mengurangi potensi kerugian apabila salah satu dari saham yang dimiliki nilainya anjlok, maka saham lainnya tidak. Kedua, menjadi seorang trader, aktif belajar dan bermain di dunia investasi, membeli dan menjual secara kontinu, sehingga dapat memaksimalkan keuntungan.

Tak hanya menghadirkan Kepala BEI Perwakilan Yogyakarta saja, Meet the CEO kali ini juga mendatangkan Phillips Sekuritas, Anto, yang menjelaskan mengenai teknis pengetahuan di dunia saham.

“Tantangan menabung di bank adalah inflasi yang menyebabkan nilai uang turun. Oleh karena itu, lebih baik diinvestasikan,”jelasnya.

Para peserta Meet The CEO bersama dengan Pak Anto

Ada berbagai macam bentuk investasi yang dapat dilakukan. Contohnya yakni ORI (Obligasi Republik Indonesia) dan SBR yang merupakan salah satu jenis surat berharga yang ditawarkan oleh pemerintah Indonesia). Selain itu juga ada reksa dana yang memiliki nilai return kecil.

Melalui diskusi dengan tema Investing in Your 21st ini para peserta mulai mengerti bahwa investasi bisa menjadi bagian dari salah satu gaya hidup khususnya bagi para generasi milineal. Gaya hidup anak muda sekarang yang cenderung konsumtif membuat generasi sekarang terancam untuk terjebak dalam kesulitan secara financial. Salah satu cara untuk berinventasi adalah dengan saham.

Saat ini kebijakan mengenai saham juga mempermudah para investor pemula. Apabila dulu untuk beli saham satu lot isinya 500 lembar sekarang diturunkan satu lot hanya 100 lembar. Harganya pun makin terjangkau dan dengan mekanisme yang lebih mudah. Kebijakan yang memudahkan ini diharapkan dapat menambah jumlah investor di pasar modal. Oleh karenanya, dengan kemudahan yang semakin dirasakan, sedini mungkin anak muda lebih baik berinvestasi daripada hanya menghamburkan materi.